Berlibur ke Lithuania

*This article has been publised in MyMagz Magazine February 2013 Yogyakarta, Indonesia

Sejak kecil saya sering bermimpi untuk melihat kastil-kastil tempat tinggal para putri yang seperti diceritakan dalam buku-buku dongeng. Ketika saya mendapat kesempatan mengikuti cultural exchange di Belanda, saya memutuskan untuk menjelajahi Eropa Timur demi melihat secara langsung kastil-kastil indah tersebut. Pilihan saya jatuh pada negara Lithuania yang berada di kawasan Baltic.

Hostel di Vilnius

Bersama seorang teman dari Belanda pada awal Agustus lalu saya backpakeran ke Lithuania dengan menggunakan bus. Bus ini melewati 6 negara di Eropa sebelum akhirnya sampai di Lithuania. Saya menginap di hostel untuk para bacpaker di kota Vilnius. Satu kamar berisi 6 tempat tidur dan  bergabung dengan backpacker lainnya. Harga permalam sekitar 40 LT, mata uang Lithuania adalah Litas (1 LT setara Rp.3551) harga yang murah untuk sebuah dormitory ditengah kota. Hostel ini berisikan anak-anak muda pecinta travelling dan cukup ekonomis bagi saya. Tembok-tembok di lobby dipenuhi dengan coretan tanda tangan para traveller dari berbagai negara. Saya pun tak lupa menorehkan tanda tangan. Ketika staff reception melihat paspor saya, dia mengatakan bahwa saya adalah orang Indonesia pertama yang menginap di hostel tersebut. Mendengar ucapannya membuat saya kaget dan senang. Kemudian reception baik hati itu memberikan saya sepotong kue wafel gratis.

Gediminas Tower dan Kota Vilnius

Setelah  chek in, saya langsung jalan-jalan mengunjungi Gediminas tower yang merupakan ikon dari kota ini. Tower ini terletak di atas bukit, saya menaiki semacam kereta gantung untuk sampai ke atas. Dari ketinggian saya bisa melihat pemandangan kota tua Vilnius. Vilnius merupakan ibukota dari negara Lithuania yang termasuk dalam European Union, jadi bila anda mempunyai schengen visa maka anda tidak perlu mengurus visa lagi untuk pergi kesini. Karena keindahan kota tua Vilnius maka pada tahun 1994 kota ini dideklarasikan sebagai Unesco World Heritage Site.

IMG_0986         DSCN2571

Trakai island castle

Puas berjalan-jalan di kota Vilnius, saya pergi dengan kereta menuju sebuah desa kecil bernama Trakai yang terkenal dengan kastilnya. Sekitar satu jam perjalanan saya sampai juga di sebuah stasiun kecil yang bertuliskan Trakai. Tidak seperti yang saya bayangkan, ternyata sesampai di sana tidak ada tourist information ataupun petunjuk bagaimana menuju ke arah kastil. Saya sempat bertanya kepada penduduk disana dan ternyata banyak dari mereka yang tidah berbahasa Inggris. Hati saya pun menciut karena saya juga tidak bisa berbahasa Lithuanian. Untungnya saya bertemu dengan seorang perempuan muda yang mengerti sedikit bahasa Inggris. Dia mengatakan bahwa kastil tersebut bisa ditempuh dengan satu jam lagi berjalan kaki dan menurutnya kebanyakan turis naik bus dari Vilnius dan langsung sampai di kastil Trakai. Jarang ada yang menggunakan kereta karena harus jalan jauh sekitar 6 KM. Saya sedikit lemas mendengar penjelasannya, namun tidak menyurutkan semangat saya.

Saya pun mulai berjalan kaki, sepanjang jalan dihiasi bunga-bunga liar dan deretan pohon apel. Pemandangan desa yang indah dan untungnya saya berlibur di bulan Agustus dimana suhu udara masih bersahabat dan sangat sejuk. Akhirnya setelah berjalan kaki sekitar satu setengah jam sampailah saya di sebuah danau yang besar dan terdapat pulau kecil ditengahnya. Dari kejauhan terlihat kastil Trakai berwarna merah bata, impian saya dari kecil. Benar-benar seperti di cerita dongeng. Saya menyewa sebuah perahu dayung berbentuk lumba-lumba seharga 15 LT atau dalam rupiah sekitar Rp. 53.000 untuk mengelilingi danau sekitar 30 menit, cuaca cerah dan cahaya matahari berkilauan memantul di danau. Pemandangan yang sangat indah, saya mengambil banyak foto dan kemudian  turun dari perahu. Setelah itu saya menyeberang jembatan menuju ke dalam kastil Trakai. Kastil ini dibangun pada abad ke 13 sebagai benteng pertahanan. Saya mengikuti jalan setapak yang dihiasi pohon-pohon rimbun, berjalan mengitari kastil tua yang megah.

IMG_1700

Kue tradisional “Kibinai”

Setelah puas menikmati pemandangan Trakai, saya beristirahat sejenak di sebuah restoran dan mencicipi kue tradisional dari Lithuania yaitu Kibinai. Bentuknya mirip seperti kue pastel di Indonesia hanya ukurannya lebih besar dan kita bisa memilih isi keju, ayam, daging maupun jamur. Setelah seharian menghabiskan waktu di kota Trakai saya kembali ke Vilnius, tapi kali ini saya menggunakan bus agar tidak kesasar lagi.

IMG_1002

Teks&poto : superf3nda

Advertisements

3 thoughts on “Berlibur ke Lithuania

  1. Bulan Mei depan kami akan ke Riga dan lanjut ketempat ini, terima kasih atas tulisan ini, sebagai pedoman awal

  2. Sy akan ke Lithuania, Latvia dan Estonia serta Helsinki dan Rusia… . Senang juga klw sy diberikan tips spya perjalanan sy lancar dan nyamam… tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s